Berburu Ramen Halal di Tokyo, Jepang

Jalan-jalan ke Jepang belum lengkap jika belum mencicipi kulinernya. Salah satu kuliner khas Jepang yang paling populer adalah ramen.

Masalahnya, hampir semua restoran ramen di Jepang tidak memiliki sertifikasi halal karena menggunakan daging babi. Bagi muslim seperti saya, hal ini tentu menjadi pantangan karena tidak sesuai dengan nilai agama yang saya anut.

Beruntung setelah mencari di Google Maps, saya menemukan Ouka, salah satu dari segelintir restoran ramen di Tokyo, Jepang.

Mencari lokasi restoran

Berawal dari “ngidam” makan ramen, saya mencoba mencari di Google dengan keyword “ramen halal di Jepang”. Dari sana, muncul beberapa pilihan ramen halal di sekitar Tokyo.

Salah satu restoran yang muncul adalah Halal Ramen Ouka yang terletak di sekitar Shinjuku. Karena kebetulan posisi kami juga sedang di sekitar Shinjuku, maka kami memutuskan untuk mencoba menyambangi restoran tersebut.

Lokasinya cukup mudah dijangkau, hanya 10 menit berjalan kaki dari Stasiun Shinjukugyoen-Mae yang merupakan bagian dari line Marunouchi.

Cukup populer

Sampai di restoran, sekitar pukul 19:00, ternyata kami tidak langsung dapat tempat duduk. Kami masuk ke dalam waiting list terlebih dahulu. Kami masuk ke dalam waiting list nomor 3.

Dari luar terlihat tempatnya cukup terbatas. Para tamu duduk di meja berderet menghadap dapur dan koki.

Karena di dalam masih penuh pengunjung, kami menunggu sekitar 30 menit untuk mendapatkan tempat duduk.

Porsi besar dan lezat

Setelah mendapat tempat duduk, kami langsung memesan menu yang ditawarkan. Ada tiga tipe porsi ramen yang ditawarkan restoran ini:

  1. Ramen ukuran reguler — 1.100 yen
  2. Ramen ukuran large — 1.200 yen
  3. Ramen ukuran extra large — 1.300 yen
  4. Ramen ukuran small —  1.050 yen

Karena cukup lapar saya memesan ramen ukuran large dengan level pedas medium. Satu porsi ramen mencakup mie, telur, daging ayam, dan tsukune (semacam sate ala Jepang dengan daging ayam).

Selain rasa yang nikmat dari kuah yang kental, satu hal yang saya sukai dari menu ramen di sini adalah tsukune. Tekstur dagingnya sangat lembut dengan rasa yang gurih di lidah.

Pemilik seorang mualaf

Tidak disangka, ternyata ada warga negara Indonesia yang bekerja di sini sebagai waiter. Beliau kebetulan seorang pelajar di salah satu universitas di Tokyo yang bekerja secara part-time. Berbincang dengan beliau, kami baru tau cerita dibalik restoran halal ini.

Cerita bermula saat pemilik restoran yang memang sudah menjalankan bisnis restoran ramen memiliki teman muslim berkebangsaan negara di Timur Tengah (saya lupa negara persisnya). Pada waktu itu, teman beliau berkunjung ke Jepang untuk urusan bisnis. Sampai di Jepang, ia merasa kesulitan untuk menemukan makanan halal. Sebagai teman, sang pemilik restoran merasa berkewajiban untuk membantunya.

Ia pun mencoba memasak ramen dengan bahan-bahan halal untuk temannya tersebut. Dari sana sang pemilik restoran memiliki ketertarikan untuk mempelajari lebih dalam tentang budaya Islam dan makanan halal. Akhirnya ia pun memeluk agama Islam dan mengubah menu restorannya menjadi ramen halal.

Jadi, sekarang kamu tidak perlu bingung jika ingin mencoba menu ramen halal di Jepang. Sudah banyak turis mancanegara yang berkunjung ke sini termasuk saya yang setuju akan kelezatan ramen Ouka.

Untuk informasi lebih lengkap, kamu bisa kunjungi halaman Facebook mereka di sini.

Comments

comments