[How-to] Mudahnya Membuat Visa Jepang

Sejak kecil saya selalu suka membaca komik dan anime Jepang. Alhasil saya jadi banyak terpengaruh oleh kultur Jepang dan saat dewasa nanti ingin sekali rasanya mengunjungi negeri sakura tersebut.

Pada pertengahan 2015, akhirnya saya membulatkan tekad untuk traveling ke Jepang dengan memesan tiket pesawat untuk bulan Mei 2016.  Setelah tiket di tangan, sekarang saatnya untuk membuat visa Jepang.

Karena saya masih menggunakan paspor lama, jadi saya perlu membayar visa (hanya e-paspor yang bisa mendapatkan visa Jepang gratis) dan mempersiapkan beberapa dokumen. Sempat terpikir bahwa membuat visa Jepang itu sulit dan ada kemungkinan visa saya bisa ditolak.

Ternyata, itu semua hanya mitos! Mendapatkan visa Jepang ternyata sangat mudah dan cepat. Seperti apa prosesnya? Simak ulasan berikut ini:

Persiapkan semua dokumen

Sebelum ke Kedutaan Besar Jepang, persiapkan segala dokumen yang diminta dalam satu map. Kunjungi halaman resmi Kedubes Jepang di sini untuk mendapatkan informasi dokumen apa saja yang perlu kamu siapkan.

Tips:

  • Rapikan segala dokumen berdasarkan urutannya, karena petugas tidak akan mau menerima apabila kamu submit dokumen tidak sesuai urutan.
  • Untuk bukti rekening bank, pastikan kamu memiliki saldo yang cukup. Untuk amannnya, bisa menggunakan rumus Rp1.500.000 x (lama tinggal di Jepang). Jadi jika kamu berencana traveling untuk seminggu, pastikan setidaknya kamu memiliki saldo sejumlah Rp.10.500.000.
  • Visa Jepang bisa di-submit mulai dari 3 bulan sebelum keberangkatan.

Datang hari pertama

Kantor Kedutaan Besar Jepang buka pada pukul 08:00, jadi kamu tidak perlu standby dari jam 6 atau 7. Pastikan saja kamu datang awal pada jam 8 agar prosesnya bisa lebih cepat selesai (jika datang agak siang, nomor antrian bisa panjang).

Pemeriksaan saat masuk Kedubes Jepang cukup ketat, jadi sebaiknya tidak perlu bawa tas yang terlalu banyak.

Sesaat sampai di ruang tunggu, ambil nomor antrian dan tunggu sampai kamu dipanggil. Saat nomor antrian dipanggil, langsung ke loket dan serahkan semua dokumen.

Kebetulan saat saya datang ke Kedubes Jepang, tidak terlalu banyak orang yang mengantri. Saya mendapatkan nomor antrian 32 dan hanya ada tiga antrian sebelum saya dipanggil (cuma menunggu kurang dari 5 menit).  So lucky!img_2259

Pada saat menyerahkan dokumen, petugas mungkin akan bertanya-tanya sedikit tentang rencana traveling kamu. Namun tidak perlu khawatir, karena pertanyaannya hanya pertanyaan basa basi seperti:

  • Akan pergi dengan siapa saja
  • Berapa lama traveling di Jepang, dan
  • Ingin ke mana saja selama di Jepang

Jika semua dokumen sudah benar, petugas akan memberikan nota untuk pengambilan paspor. Simpan nota tersebut dan datang kembali sekitar empat hari kerja dengan membawa uang Rp330.000 (diharapkan uang pas) untuk menebus visa.

Datang hari kedua

Tepat empat hari kerja setelah submit visa, saya kembali ke Kedutaan Besar Jepang untuk mengambil paspor. Rasanya lumayan deg-deg-an karena sempat terpikir bilamana visa saya ditolak, namun saya berusaha untuk tetap positif thinking 🙂

img_2293

Jam pengambilan paspor dimulai dari pukul 14:00 hingga 17:00 WIB. Saya datang sekitar pukul 15:00 dan antrian sudah cukup banyak. Saat mengambil nomor antrian, jaraknya sekitar 25 orang dan saya menunggu sekitar 30 menit.

Visa disetujui

Kabar gembira pun saya dapatkan! Setelah penantian panjang, akhirnya visa saya disetujui! Rasanya senang luar biasa. 😀

paspor-edit

Saya pun menebus visa sebesar Rp330.000 yang merupakan visa kunjungan sementara untuk 15 hari dan satu kali entry. Setelah keluar dari Kedubes Jepang, semangat begitu membara untuk membuat itinerary perjalanan Tokyo – Kyoto – Osaka (tunggu ceritanya di post berikutnya ya).

Punya cerita menarik tentang pembuatan visa Jepang? Silakan share di comment. 🙂

Comments

comments

Comments are closed.