Merantau bin Hijrah

Penyebaran manusia di dunia saat ini tak lepas dari keputusan nenek moyang kita pada saat itu yaitu bermigrasi. Manusia zaman dahulu melakukan migrasi karena beberapa faktor salah satunya adalah mencari sumber makanan dan air. Kebiasaan ini terus diturunkan turun menurun sampai pada kondisi saat ini dimana penyebaran manusia telah tersebar diberbagai belahan benua.
Telah kita ketahui sejarah mencatat terjadinya kolonisasi di benua Eropa pada tahun 1500-an terjadi perlombaan akan mencari dunia baru (new world). Alasan itu pulalah yang membuat bangsa Indonesia dijajah oleh Belanda karena bangsa Belanda pada saat itu ingin menguasai perdagangan dengan mencari rempah-rempah ke Indonesia. Suku Minang yang dikenal sebagai suku perantau karena tradisi laki-laki Minang yang banyak melakukan migrasi atau merantau.
Sifat manusia yang selalu ingin melakukan penjelajahan dalam rangka mencari seseuatu yang baru dan lebih baik perlu dipahami sebagai bentuk rahmat Allah SWT. Sejarah juga mencatat bahwa Rasulullah melakukan hijrah/migrasi dari Mekah ke Madinah dalam rangka mendapatkan seseuatu yang lebih baik daripada sebelumnya. 
Ada beberapa keuntungan atau manfaat dari melakukan migrasi/merantau/hijrah, diantaranya adalah:
  1. Memberikan harapan baru, dimana ditempat yang baru kita akan berharap mendapat kehidupan yang lebih baik daripada tempat asal kita.
  2. Memberikan wawasan baru, dimana kita akan mempelajari banyak hal baru seperti budaya, bahasa dan lingkungan yang baru dan berbeda dari tempat asal kita. 
  3. Memberikan tantangan baru, dimana lingkungan yang baru pasti akan memberikan kita sebuah pengalaman dan tantangan yang baru yang mungkin belum pernah dialami di tempat asal.
Untuk itu kita perlu melakukan migrasi atau merantau ke tempat yang belum pernah kita datangi entah dalam rangka liburan, mencari pekerjaan, menuntut ilmu, atau mengembangkan usaha. Dengan melakukan migrasi niscaya kita akan menjadi pribadi yang lebih baik dari sebelumnya asalkan kita melakukan hal tersebut dengan niatan yang baik pula. Yuk kita merantau! 

Comments

comments